1. Nita Yaninta menjual Kue Basah Terlaris Di Banyuwangi.Tahun 2013, ia berhenti dari perusahaan dan menjadi wirausahawan. Sepanjang tahun itu, ia mencoba berbagai jenis usaha. ”Prinsipnya, saya mencari usaha yang arus kasnya harian. Saya suka memasak jadi kenapa tidak?? Saya mencoba semua jenis kue dan mulai berjualan kue,"
Pada Maret 2014, Nita nekat jualan donat bermodal dana kurang dari Rp 100.000. Kala itu, dia menjual sepotong donat seharga Rp 1000. âOmzetnya baru Rp 70.000 per hari. Rasa dan bentuk donatnya pun belum konsisten karena saya masih belajar membuatnya,â katanya sambil tertawa.
Sekarang bisa menghabiskan 500 telur dan 1 karung tepung atau sekitar 25 kilogram (kg) tepung per hari,â kata wanita berkerudung ini. Selain kue dia juga menerima pesanan nasi boks. Perusahaan atau pemda biasa memesan hingga 500 nasi boks. Bahkan sekarang sampai kewalahan dalam memenuhi permintaan dari Hotel dan gerai makanan . Masih kecil memang tapi Omset 500ribu hingga 2 juta sudah disyukurinya. Dibantu 2 orang karyawan lepas ia memantapkan usahanya untuk menjadi lebih besar lagi.
Karena sudah banyak pesaingnya, kini Toserda hanya bisa mendapat omzet setengahnya. “Kalau sekarang omzetnya sebesar Rp. 30 juta per bulan,” kata sarjana matematika ini.
Sementara di Pekanbaru ada empat gerai memasarkan Viz Cake. Selain Kek Pisang Villa dan Viz Cake, gerai-gerai itu juga menjual aneka produk UKM mitra CV MKB. ”Saya menyiapkan perusahaan baru untuk memudahkan ekspansi usaha,” ujar Denni.
Ia mampu mengubah barang itu menjadi sesuatu yang amat bernilai. Sebagai seorang perajin lukisan di atas kaca, botol, gelas dan barang yang terbuat dari kaca lainnya.
“Kayu pohon asam menurut saya unik, seperti memiliki ciri yang khas dan juga tiap potong yang dibuat tidak akan pernah sama. Maka yang banyak minat untuk produksi kayu asam ini Eropa dan Amerika,” kata Bambang yang ditemui di workshop ‘Oesing craft’ miliknya, Banyuwangi.
8. Arief yang dulu dikenal sebagai penjual roti keliling, sudah jadi pengusaha roti yang berhasil. Untuk mencapai kebehasilan harus diawali dengan niat, keyakinan yang teguh dan kerja keras ,yang menghantarkannya untuk menjadikan impiannya suatu kenyataan.
Secara logika serasa sulit dipercaya,Arief pemuda yang dulu datang dengan wajah lesu dan naik sepeda butut,serta hanya memakai kaos seadanya.kini berdiri tegap di depan kami ,sebelum memasuki sedan yang dibelinya seharga Rp 285 juta. Tapi inilah sebuah kenyataan, bahwa setiap orang sesungguhnya adalah perancang untuk nasibnya sendiri.
9. sukses Nazliana Lubis, pemilik usaha aneka kue di Medan, Sumatra Utara. Berkat ketekunan dan kerja keras, dia berhasil membesarkan toko kue Nazwa Aneka Kue hingga menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Salah satu kue khas yang diolahnya dan menjadi terkenal adalah cake pisang yang diberi nama Blondi Pisang Barangan.
Toko kue milik Nazliana atau yang kerap disapa Nazwa yang terletak di Jl. Kapten Muchtar Basri No. 110, Medan itu cukup kondang di Sumatra Utara. Beberapa hotel berbintang di Medan sudah menjadi pelanggan tetap, seperti Hotel JW Marriot, Hotel Ina Dharmadeli, Hotel Tiara, Hotel Danau Toba, dan Madani Hotel.
10. Sebagai mantan karyawan hotel, Ketut Mudita hafal betul kebutuhan dapur hotel. Berbekal jaringan kuat, Mudita berhasil menjadi pemasok aneka kue dan roti untuk sarapan sejumlah hotel, restoran, dan kafe di Bali. Omzetnya ratusan juta rupiah. Jeli melihat peluang menjadi modal utama Ketut Mudita meraih sukses. Memulai usaha sebagai pemasok ikan di beberapa restoran, kini Mudita memiliki usaha bakery ternama di Bali, Pelangi Rex. Meski hanya melayani pasar hotel dan restoran (horeka), Pelangi Rexs mampu mencatat omzet ratusan juta rupiah per bulan.
Berawal dari niat ingin memiliki usaha sendiri, Mudita, yang saat itu berumur 38 tahun, memutuskan keluar dari Hotel Sanur Beach, tempatnya bekerja. Dengan bekal seadanya, ia mulai menjadi pemasok ikan untuk beberapa restoran.
Willyhono


