Dengan sedikit ketrampilan memasak dan membuat kue Anda bisa
menjadikan usaha ini sebagai Bisnis Rumahan. Gunakan resep-resep favorit
keluarga atau resep yang sudah Anda kuasai pembuatannya. Jangan tergiur
untuk membuat banyak jenis, mulailah dengan 1-2 jenis. Tambahkan
jenisnya jika penjualan sudah mulai stabil. Untuk memulai bisnis ini
Anda bisa memanfaatkan apa yang dimiliki di rumah. Dengan modal kurang
dari 1 juta rupiah bisnis ini bisa dimulai.Kebutuhan bisnis ini:
Modal : Untuk bahan-bahan Rp. 500.000 – Rp. 1.000.000
Jenis kue & masakan : Tentukan dulu kue-kue apa dan masakan apa yang akan Anda tawarkan pada konsumen. Pilih jenis-jenis kue yang digemari seperti; brownies kukus, spaghetti bakar, pastel, risoles Belanda. Manfaatkan momen Lebaran dan Natal untuk menerima order aneka kue kering dan cake. Untuk masakan, bisa dimulai dengan lunch box yang harganya tak terlalu mahal dan terjangkau oleh karyawan kantor.
Peralatan : Gunakan oven, mikser, panci, wajan, dan semua peralatan masak yang Anda miliki sebagai modal awal. Jadi, jangan tergiur untuk membeli peralatan baru sebelum jualan sukses agar tidak terlalu banyak modal terbuang.
Bahan : Bahan untuk kue seperti tepung terigu, margarine, gula, telur, bahan-bahan lainnya juga aneka bahan segar untuk masakan bisa dibeli dalam jumlah seperlunya. Karena harga bahan pokok sering tidak stabil maka bisa dibeli dalam jumlah agak banyak agar harga jual kue dan masakan tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan harga.
Tempat belanja bahan: Toko Bahan Kue yang ada di dekat rumah, pasar tradisional, atau hypermarket.
Kemasan : Kantong plastik, boks karton/plastic/foam, stoples, sendok-garpu, gelas kertas/plastik. Sebaiknya beli di toko khusus plastik dan kemasan untuk mendapatkan lebih banyak pilihan dan harga lebih ringan. Di tiap pasar tradisional ada toko khusus ini.
Tempat jualan & produksi: Jika memiliki rumah yang berlokasi strategis bisa dipakai sebagai lokasi berjualan. Demikian juga dengan dapur dan ruang makan atau garasi bisa dimanfaatkan sebagai langkah awal.
Pemasaran : Ada dua cara untuk memasarkan aneka kue dan masakan Anda:
- Titipan atau konsinyasi: kue dan masakan bisa dititipkan pada kantin atau rumah makan. Tetapi cara ini mengandung resiko, jika tak laku akan dikembalikan dan Anda akan merugi. Kecuali itu Anda tak bisa mengontrol kemasan dan pelayanannya.
- Pesanan : Cara ini paling cocok untuk mengawali udaha karena kue dan masakan yang Anda buat akan dibayarkan langsung saat barang diserahkan bahkan Anda sudah bisa memperhitungkan keuntungannya.
Memiliki
tugas utama sebagai ibu rumah tangga ternyata tidak menutup peluang
Gracia Wenni untuk bisa sukses menjadi seorang pengusaha kue basah.
Menekuni usahanya sejak tahun 2008 silam, Wenni yang saat itu hanya
ingin coba-coba memproduksi kue pastel dari buku resep yang sering Ia
baca, kini bisa mendatangkan omzet hingga Rp 250 juta per bulan dari bisnis kue basah yang Ia jalankan.
Kendati
bisnis kuenya masih terbilang skala usaha kecil, namun sekarang ini
Wenni bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi 25 orang karyawan yang Ia
perbantukan di pabrik kuenya. Setiap harinya, Wenni bisa memproduksi
sedikitnya 200 macam kue dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 hingga
4.000 kue. Biasanya dalam sekali order, Wenni bisa mendapatkan orderan
1.000 boks kue yang rata-rata per boks diisi tiga hingga empat kue
dengan kisaran harga Rp 4.000 sampai Rp 6.000 per boks.