Senin, 29 Desember 2014

10 Orang Pengusaha Daerah Yang Sukses Dari Nol !!!


1. Nita Yaninta menjual Kue Basah Terlaris Di Banyuwangi.
Tahun 2013, ia berhenti dari perusahaan dan menjadi wirausahawan. Sepanjang tahun itu, ia mencoba berbagai jenis usaha. ”Prinsipnya, saya mencari usaha yang arus kasnya harian. Saya suka memasak jadi kenapa tidak?? Saya mencoba semua jenis kue dan mulai berjualan kue,"
Pada Maret 2014, Nita nekat jualan donat bermodal dana kurang dari Rp 100.000. Kala itu, dia menjual sepotong donat seharga Rp 1000. “Omzetnya baru Rp 70.000 per hari. Rasa dan bentuk donatnya pun belum konsisten karena saya masih belajar membuatnya,” katanya sambil tertawa.
 €œSekarang bisa menghabiskan 500 telur dan 1 karung tepung atau sekitar 25 kilogram (kg) tepung per hari,” kata wanita berkerudung ini. Selain kue dia juga menerima pesanan nasi boks. Perusahaan atau pemda biasa memesan hingga 500 nasi boks. Bahkan sekarang sampai kewalahan dalam memenuhi permintaan dari Hotel dan gerai makanan . Masih kecil memang tapi Omset 500ribu hingga 2 juta sudah disyukurinya. Dibantu 2 orang karyawan lepas ia memantapkan usahanya untuk menjadi lebih besar lagi.


Bisnis Kerupuk Padang Pasir12. Bambang Suparno (49), warga Dusun Jeruk, Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ini patut diacungi jempol. Dari usahanya berdagang kerupuk goreng pasir, mantan buruh migran ini dapat mengantongi omzet hingga Rp 90 juta per bulan.


Makanan Pedas, Bisnis Willy Raup Puluhan Juta Rupiah3.  Willy mengaku sempat mengalami pasang surut berjualan penganan pedas. Saat keripik pedas sedang booming, dia mampu meraup omzet Rp. 60-70 juta per bulan.
Karena sudah banyak pesaingnya, kini Toserda hanya bisa mendapat omzet setengahnya. “Kalau sekarang omzetnya sebesar Rp. 30 juta per bulan,” kata sarjana matematika ini.


Kisah Sukses Deny menjual Kek Pisang Villa 34. Denni menjual Kek Pisang Villa di Batam dan Viz Cake di Pekanbaru. CV MKB membuka delapan gerai di penjuru-penjuru Batam untuk memasarkan aneka produk Kek Pisang Villa.
Sementara di Pekanbaru ada empat gerai memasarkan Viz Cake. Selain Kek Pisang Villa dan Viz Cake, gerai-gerai itu juga menjual aneka produk UKM mitra CV MKB. ”Saya menyiapkan perusahaan baru untuk memudahkan ekspansi usaha,” ujar Denni.


Kisah Cak Asmo, Dari Gerobak Dorong Jadi Pengusaha Restoran5. Salah satu kunci sukses dari depot Cak Asmo sendiri adalah penetapan harga yang terjangkau bagi semua kalangan. Dengan moto “Cita Rasa Bos, Kantong Anak Kost”, depot tersebut sukses menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan masyarakat asli Bali. Bahkan beberapa orang berkata, “belum ke Bali namanya jika belum mengunjungi depot Cak Asmo”


Kisah Ratna Meraihkan Sukses dari Botol Bekas16.  Ratna Miranti botol bekas adalah barang yang sangat berarti.
Ia mampu mengubah barang itu menjadi sesuatu yang amat bernilai. Sebagai seorang perajin lukisan di atas kaca, botol, gelas dan barang yang terbuat dari kaca lainnya.




Kisah Sukses Bambang Haryono, mengubah Pohon Asem menjadi Barang Bernilai7. Bambang Haryono berbekal keinginan yang kuat, Bambang kemudian menjadikan pohon asam sebagai kerajinan tangan, termasuk limbahnya yang dijadikan ornamen furnitur yang berkelas internasional.

“Kayu pohon asam menurut saya unik, seperti memiliki ciri yang khas dan juga tiap potong yang dibuat tidak akan pernah sama. Maka yang banyak minat untuk produksi kayu asam ini Eropa dan Amerika,” kata Bambang yang ditemui di workshop ‘Oesing craft’ miliknya, Banyuwangi.


8. Arief yang dulu dikenal sebagai penjual roti keliling, sudah jadi pengusaha roti yang berhasil. Untuk mencapai kebehasilan harus diawali dengan niat, keyakinan yang teguh dan kerja keras ,yang menghantarkannya untuk menjadikan impiannya suatu kenyataan.
 Secara logika serasa sulit dipercaya,Arief pemuda yang dulu datang dengan wajah lesu dan naik sepeda butut,serta hanya memakai kaos seadanya.kini berdiri tegap di depan kami ,sebelum memasuki sedan yang dibelinya seharga Rp 285 juta. Tapi inilah sebuah kenyataan, bahwa setiap orang sesungguhnya adalah perancang untuk nasibnya sendiri.



9.  sukses Nazliana Lubis, pemilik usaha aneka kue di Medan, Sumatra Utara. Berkat ketekunan dan kerja keras, dia berhasil membesarkan toko kue Nazwa Aneka Kue hingga menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan. Salah satu kue khas yang diolahnya dan menjadi terkenal adalah cake pisang yang diberi nama Blondi Pisang Barangan.

Toko kue milik Nazliana atau yang kerap disapa Nazwa yang terletak di Jl. Kapten Muchtar Basri No. 110, Medan itu cukup kondang di Sumatra Utara. Beberapa hotel berbintang di Medan sudah menjadi pelanggan tetap, seperti Hotel JW Marriot, Hotel Ina Dharmadeli, Hotel Tiara, Hotel Danau Toba, dan Madani Hotel.


10.  Sebagai mantan karyawan hotel, Ketut Mudita hafal betul kebutuhan dapur hotel. Berbekal jaringan kuat, Mudita berhasil menjadi pemasok aneka kue dan roti untuk sarapan sejumlah hotel, restoran, dan kafe di Bali. Omzetnya ratusan juta rupiah. Jeli melihat peluang menjadi modal utama Ketut Mudita meraih sukses. Memulai usaha sebagai pemasok ikan di beberapa restoran, kini Mudita memiliki usaha bakery ternama di Bali, Pelangi Rex. Meski hanya melayani pasar hotel dan restoran (horeka), Pelangi Rexs mampu mencatat omzet ratusan juta rupiah per bulan.
Berawal dari niat ingin memiliki usaha sendiri, Mudita, yang saat itu berumur 38 tahun, memutuskan keluar dari Hotel Sanur Beach, tempatnya bekerja. Dengan bekal seadanya, ia mulai menjadi pemasok ikan untuk beberapa restoran.
Willyhono

Minggu, 30 November 2014

Banting Setir Jadi Pengusaha Roti

Banting Setir Jadi Pengusaha Roti Gegap gempitanya dunia usaha menjadi faktor pemicu keinginan Nadrah Pengusaha Roti Manis Pekanbaru, Riau yang mantan karyawan disebuah perusahaan Swasta yang berada di Pekanbaru Riau untuk “memilih berhenti bekerja” sebagai karyawan. Besarnya godaan untuk menjadi pengusaha membuat Nadrah memutuskan berhenti bekerja dan banting setir menjadi pengusaha roti manis.
roti-manis1“Rasanya capek bekerja dari pagi sampai malam sebagai karyawan. Rutinitasnya itu-itu saja. Ya akhirnya saya berhenti bekerja dan total mencoba menjalankan usaha bikin roti manis,” ucap Nadrah yang dihubungi via telepon.
Keinginan membuka usaha roti manis ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi terbentur oleh padatnya waktu selama bekerja di kantor milik orang lain, yang tentu saja menutup kesempatan untuk melakukan eksperimen mengolah aneka roti-roti manis kegemarannya.P8100155-1024x768
Untuk mewujudkan impiannya membuka usaha roti manis itu Nadrah sebelumnya mempersiapkan diri terlebih dahulu, ia sempat membuat perencanaan aktivitas apa yang akan dia lakukan selepas berhenti bekerja sebagai karyawan kantor yang sudah bergaji cukup besar. Selain itu, ia pun sempat berembuk dengan suami dan kedua anak-anaknya. Setelah semua keputusan bulat dan direstui keluarga—akhirnya Nadrah memutuskan resign dari tempatnya bekerja dan segera membeli peralatan dari Toko Mesin Maksindo berupa Gas Baking Oven MF ARF20H dan Mixer Planetary DMX H20.
rotimanisUsaha roti manis yang dikelolanya masih terbilang baru, tetapi ia tidak patah semangat untuk terus mengasah keterampilan dalam membuat aneka adonan berbahan dasar tepung terigu menjadi sajian roti-roti manis. Bahkan ia pun tidak sungkan-sungkan untuk banyak mencari artikel resep roti manis dari internet ataupun buku masakan. Usaha roti yang dijalaninya sementara ini menurut pengakuannya masih dia jalankan berdasarkan “by order”. “Kalau ada pesanan dari rekanan teman kantor suami atau dari tempat sekolah anak-anak, baru saya membuat roti-roti manis pesanan mereka. Saya belum memiliki toko roti, rencananya sih kepingin punya toko roti sendiri,” ucap Nadrah yang menjual roti manisnya dengan aneka selai seperti: cokelat, kacang, keju, nanas dan lain-lain. Harga roti manisnya dia jual @Rp 3 ribu, dan roti tawar Rp 10 ribu.(Eni Setiati)

Rabu, 19 November 2014

Manisnya Usaha Café Es Krim

Manisnya tekstur  es krim memang membuat minuman ini banyak disukai orang. Usaha es krim sangat menggiurkan untuk dicoba.
Tidak jauh dari tempat saya tinggal, tepatnya di belakang kawasan perkomplekan sebuah sekolah swasta berdiri sebuah café es krim yang tidak pernah sepi pengunjung. Rupanya ide mendirikan sebuah café es krim di dekat sekolah memang bisa menjadi peluang usaha kuliner yang mantap untuk Anda jajal.
ice-cream1-265x300
Cukup dengan Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu perporsi dengan aneka pilihan rasa, topping dan tentu saja ukuran. Café ini selalu menjadi pilihan favorit anak muda untuk menghabiskan sore atau waktu pulang sekolah mereka. Bukan saja anak muda, bahkan café ini juga cukup sering dikunjungi anak kecil karena memang es krim memiliki pasar yang luas diminati tua muda bahkan anak kecil.
Adalah ibu Irmayani yang membaca peluang usaha kuliner satu ini dengan tepat. Setiap hari ada ratusan anak mulai dari usia TK, SD, SMP dan SMA yang berlalu lalang di depan rumahnya karena rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari kompleks sekolah swasta. Ibu Irmayani berpikir kenapa potensi ini tidak digarap saja sekalian dengan membuka usaha dengan produk yang disukai segala usia. Dengan segala pertimbangan, beliau memilih usaha café es krism ini.
Sebenarnya ibu Irmayani juga bukan ahli kuliner, tetapi dengan modal nekad beliau mengikuti kursus pembuatan es krim dari salah satu produsen mesin pembuatan es krim. Niatnya udha bulat dengan ide menjalankan peluang usaha kuliner satu ini.
Setelah memgantongi ilmu cara membuat es krim, beliau mulai menyiapkan semua keperluan dalam produksi dan pembuatan café di depan rumahnya. Kebetulan beliau memiliki halaman depan rumah yang masih cukup luas jadi bisa disulap menjadi café. Karena tema hidangannya es krim, maka café dibuat tertutup dengan gaya yang modern dan terkesan romantis. Untuk membangun café kecil dan semua peralatannya, beliau memakan modal setidaknya 35 juta.
Beruntung beliau sempat berburu furniture café bekas di toko barang bekas, jadi bisa menekan modal awal cukup signifikan. Bahkan untuk pengecatan ibu Irmayani mengerjakannya sendiri bersama suami untuk menghemat biaya. Dan pada Juli 2013, usaha café es krim kecil-kecilannya miliknya dibuka.
Dari soft opening yang dia jalankan dengan promosi diskon 20 % ibu Irmayani membuktikan ide peluang usaha kuliner miliknya ini rupanya cukup sukses menarik pasar. Lebih tepatnya berhasil memilih lokasi karena beliau kebanjiran pengunjung dari siswa-siswa sekolah swasta tetangganya tadi. Hingga kini siswa-siswa dari sekolah swasta tersebut masih menjadi pelanggan setia café miliknya,
Setiap jam bubar sekolah cafenya selalu kebanjiran pengunjung, baik itu anak TK sampai anak SMA. Apalagi beliau juga bekerja sama dengan pembuat camilan dan makanan kecil di sekitar rumahnya, jadi beliau juga menjual beragam makanan ringan macam risoles keju, kroket, roti bakar, sup krim, dan sebagainya.
Kini setelah hampri 1 tahun berjalan, café ini sudah mulai mereguk kesuksesan. Dari modal awal mencapai 35 juta, Ibu Irmayani sudah bisa mengumpulkan omset 700 ribu sampai 1 juta perhari. Keuntungan bersih yang diraup beliau bisa mencapai 6 -8 jutaan tiap bulannya. Café es krim miliknya juga kini sudah memiliki 6 orang karyawan.
Artikel lainya: Peluang usaha kecil menengah, bubur ayam
Rencana beliau dalam tahun depan, beliau ingin membuka cabang café lain di kawasan padat seperti pertokoan atau kawasan kampus, kawasan macam ini menurut analisa beliau juga bisa menjadi pasar yang cukup layak dijajal. Apalagi kini café es krim yang saat ini berdiri di depan rumahnya sudah mulai bisa berjalan sendiri tanpa harus sepenuhnya beliau awasi.
Untuk lebih jelas berikut ini adalah gambaran permodalan dan keuntungan dari menjalankan peluang usaha kuliner café es krim :
Modal awal
Bangunan café                              17.000.000
Kursi dan meja café                        8.000.000
Peralatan makan dan minum             3.000.000
Peralatan produksi                          7.000.000
TOTAL                                                   35.000.000
Modal Kerja
Bahan baku                                        12.000.000
Makanan kecil                                     3.000.000
Tenaga kerja                                      4.000.000
Listrik                                                150.000
DLL                                                   200.000
TOTAL                                                   19.350.000
Pendapatan / bulan rata-rata         25.500.000
Keuntungan rata-rata                       6.150.000                            

Itulah gambaran keuntungan dan permodalan dari usaha café es krim rumahan. Memang tidak dapat dipungkiri, peluang usaha kuliner selalu bisa menjadi rekomendasi terbaik dalam menjalan kan usaha. Anda setuju?
Tertarik untuk mencoba usaha cafe es krim ! Ayo segera dicoba. Siapa tahu usaha anda akan berhasil. Selamat mencoba
Sumber : siapbisnis.net

Rabu, 05 November 2014

Berawal dari Iseng, Wanita Ini Sukses Jadi Pengusaha Sepatu Kulit

Berbisnis tak melulu harus terencana dengan sistematis. Namun ada beberapa pengusaha sukses menggeluti bisnisnya berawal dari keisengan, misalnya bisnis U-See Shoes and Bag, milik Yusi.

Barang-barang yang terbuat dari kulit, biasanya memang lebih awet dari bahan lainnya. Terbukti, tas atau sepatu berbahan dasar kulit harganya jauh lebih mahal. Ada harga, ada barang, begitu katanya.

"Sepatu-sepatu dan tas-tas saya terbuat dari kulit sapi, kulit ular, batik, kulit domba, kulit kambing, pokoknya kulit ternak," kata si pemilik toko, Yusi (38) kepada detikFinance pekan lalu.

Menurut Yusi, barang-barang buatannya itu memiliki kualitas yang terjamin keawetannya dibanding barang sejenis namun imitasi. Sehingga tak heran, jika harga yang dibanderol tergolong mahal. "Sepatu kulit jauh lebih awet dan nyaman. Beda kalau imitasi," katanya.

Untuk satu pasang sepatu kulit, Yusi membanderol Rp 350.000 - Rp 2,5 juta. Sementara tas kulit, dia mematok harga mulai dari Rp 600.000 - Rp 3 juta.

Yusi memang hobi menggambar, kini Yusi bersama 11 orang pegawainya bisa menjual sekitar 400 produk sebulan dengan omset Rp 120 juta per bulannya.

"Awal-awal iseng beli selembar kulit sapi, terus coba-coba gambar. Mungkin karena latar belakang keluarga saya perajin sepatu di Solo. Jadi ya ketularan. Dari hasil hambar itu saya minta embahku cariin tukang buat ngejahit. Pertama kali hanya terjual 40 pasang sepatu sebulan. Lama-lama rame," paparnya.

Untuk modalnya, Yusi menghabiskan uang sekitar Rp 30 - Rp 40 juta untuk sekali belanja. "Itu bisa untuk 3 bulan lho (dalam 3 bulan ga belanja lagi). Selembar kulit harganya Rp 1 juta dengan hitungan Rp 35 ribu - Rp 85 ribu per feet (1 feet= 28 cm). Kulit ular itu disamak. Disamak pakai campuran bahan kimia. Desain 80 persen sendiri, 20 persen modifikasi. Produk jenis kulit print sama kulit ular piton yang paling mahal," terangnya.

Usaha yang telah digelutinya hampir 2 tahun itu, bisa didapatkan di pameran-pameran fashion atau UKM. Rencananya, tahun depan Yusi mencoba peruntungan untuk ekspor barang-barang buatannya ke luar negeri, seperti Hongkong dan Australia. Rencananya 14 - 17 Januari 2013, tokonya akan mejeng di pameran Hongkong World Designer Boutique.

"Rencana Januari tahun depan target ekspor. Sekarang sih sudah dijual di Australia, nitip sama temenku yang ada disana, kalau ada order saya kirim. 14-17 Januari ada pameran di Hongkong World Designer Boutique," kata Yusi.

Sebuah Inspirasi Bisnis dari Sebuah Komputer Tua

 Informasi seputar ide peluang usaha bisa kita dapat dari mana saja, ide bisnis yang briliant kadang datang tidak terduga dan bisa kapan saja. Nah kali ini penulis mencoba sedikit mengulas manfaat laptop atau komputer kita dirumah sebagai sarana penggali ide-ide bisnis usaha yang bisa kita manfaatkan nantinya. Saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan singkat dalam menemukan ide-ide yang saya temukan.
Berawal kurang lebih hampir 8 tahun yang lalu saya mulai menggemari berselancar online di warnet-warnet untuk mencari berbagai ide dan peluang bisnis yang siapa tahu bisa didapatkan, walaupun sebenarnya sejak awal tahun 2000an saya sudah hobi untuk berselancar di dunia maya karena memang itu awal-awalnya booming warnet di wilayah Jogja. Sejak itu juga semua usaha bisnis mulai marak dipromosikan di internet walau tidak semarak sekarang namun memang sudah terlihat trend positifnya dan akhirnya saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan bagi para pengusaha untuk membantu pemasaran produk mereka.
Berawal dari situlah awalnya saya membaca sebuah bisnis online yang dimana mereka menawarkan untuk membuatkan website yang bisa menghasilkan dollar, wah dalam pikiran saya sudah terbesit, bagaimana bisa ya? berhari-hari saya selalu rutin datang ke warnet untuk mencari tahu apa sih bisnis yang bisa menghasilkan dollar dari internet? lama-lama terkuak sudah model bisnisnya. Tapi pikir punya pikir, kenapa saya tidak membuka jasa serupa, padahal saya sudah tahu model bisnisnya, bagaimana jika saya menawarkan jasa tersebut ke orang lain? tentu saja saya harus belajar dulu sebelum menjual jasa tersebut.
Tidak mengenal waktu, siang atau malam kegiatan banyak berkutat di komputer tua (sebuah komputer yang menemani sejak kuliah) sampai lulus masih terus dirawat walaupun kadang restart sendiri hehe (RAM nya rusak bro :D ). Nah disitu saya mulai belajar bagaimana membuat sebuah website, dengan modal browsing online dan juga membeli buku di toko buku yang kala itu masih terbatas beberapa saja tidak seperti sekarang ini yang sangat banyak dan bervariasi saya mulai belajar sedikit demi sedikit. Setelah agak bisa, saya coba mulai menawarkan pembuatan webiste dengan harga waktu itu sekitar Rp.175.000 dan mulai naik ke kisaran Rp.350.000an dan mulai beranjak ke level Rp.600.000an dan akhirnya rekor waktu itu dengan harga 2.8juta tapi masih dalam tahap pemula, dan Alhamdulillah ternyata klien semua suka dan tidak komplain sama sekali.
Waktu terus berjalan, belajar membuat website terus ditingkatkan walaupun tidak canggih namun tetep bisa dipakai konsumen, pada akhrinya banyak klien Furniture dari Sukoharjo dan juga Jepara yang minta dibuatkan sebuah website untuk perusahaan mereka. Nah salah satu klien furniture di Jepara waktu itu meminta sesuatu yang saya belum bisa sama sekali yaitu SEO (Search Engine Optimization) yaitu pengoptimalan mesin pencari Google. Ketika orang mengetikan keyword "Teak Outdoor Manufacturer" di Google.com maka klien itu meminta website mereka ada dihalaman pertama Google. Walau ragu akhirnya saya putuskan untuk mengambil kesempatan tersebut, karena kadang kesempatan itu tidak datang dua kali. Disamping itu saya rasa selain membuat website, ilmu pemasaran onlinepun perlu saya pelajari juga. Dan Alhamdulillah akhirnya berhasil membawa klien ada di halaman pertama Google.com dengan keyword tersebut. Anda juga bisa melihat mungkin skrg masih ada dihalaman pertama yaitu Javateak Furnindo. Melalui perusahaan export furniture ini saya mulai mengenal SEO dan semakin ingin mendalaminya.
Sangat menarik perjalanan di dunia pembuatan webiste dan SEO. Setelah dipikir-pikir saya mulai mencoba menggali ide, bagaimana kalo saya membuat sebuah website dan di website tersebut hanya khusus untuk para perusahaan furniture beriklan. Karena memang banyak klien furniture saya. Akhirnya waktu itu dibuat dan sempat mendapatkan beberapa klien akhirnya tidak bertahan lama dan akhirnya ditutup.
Setelah itu mulai mencari peluang usaha lagi, kira-kira apa yang bisa saya menfaatkan dari sebuah komputer PC saya ini selain pembuatan website dan juga SEO. Saya mulai mencari direktori perdagangan online, salah satunya Indonetwork (silahkan lihat disitu ada para pedagang dan pembeli yang sedang berbisnis satu sama lain), disitu saya bisa menangkap ide usaha yang mungkin bisa saya jalankan. Nah pas juga waktu itu ada teman dari Banyuwangi, dia memiliki rekanan perajin batik Banyuwangi namun tidak bisa memasarkan lewat online, akhirnya saya putuskan untuk bekerjasama, dia yang menangani order barang sedangkan saya yang memasarkan secara online. Dan akhirnya berhasil dan sempat ada beberapa pembeli juga tapi sayang karena komunikasi yang kurang lancar jadi terbengkalai dan bubar jalan hehehe..
Disampaing mencoba berbisnis lokal tersebut, saya masih menangani bisnis utama saya yaitu SEO, malah dari SEO ini saya mendapatkan banyak klien dari luar seperti NY, Netherland, Ireland, Hungaria, Brazil, Philadelphia dan beberapa klien lokal tentunya. Dengan sedikit ilmu SEO yang saya dalami saya mencoba membuat webiste sendiri dan ada yang dengan teman yaitu Jogjacar.com website/blog rental mobil di Jogja dan juga ebaliproperty.com sebuah website jual beli property seperti rumah dan villa di Bali. Alhamdulillah walau sedikit tapi menghasilkan.
Yang ingin saya ceritakan melalui sedikit ringkasan perjalanan bisnis online saya diatas adalah, kadang kita memiliki laptop atau komputer PC dirumah namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Mulai sekarang mungkin kita bisa memanfaatkan keberadaan benda tersebut untuk membantu bisnis usaha kita atau bahkan menemukan ide-ide peluang usaha yang mungkin ada disekitar kita. Tidak ada salahnya kita mencoba, karena sayapun sejak dulu hingga sekarang terus belajar untuk memanfaatkan ide-ide usaha yang sangat banyak di sekitar saya.
Semoga melalui tulisan ringan ini bisa memberikan sedikit gambaran bahwa ide bisnis itu ada dimana-mana dan kita bisa memulainya dari hal kecil dan ringan serta dari sebuah komputer tua atau laptop terbaru yang Anda punya.

Minggu, 28 September 2014

Peluang Usaha; Manisnya Untung dari Arummanis

Kapan terakhir kali anda menikmati jenis permen ini? Masih ingat aroma dan rasa manis dibalik permen serabut ini ? Semoga saja. Ya makanan ini masih sebangsa permen, bukan roti atau biscuit. Panganan manis berbahan gula ini terbentuk menjadi pintalan gula setelah dibakar terlebih dahulu. Bentuknya serupa dengan benang wol yang digulung hingga berbentuk bola bulat atau lonjong, bedanya hanya pada seratnya yang sangat tipis dan halus mirip serat kapas. Makanya banyak yang menyebutnya permen kapas, adapula yang menyebutnya gulali, namun paling kondang dikenal dengan nama arumnanis.

Penganan berbahan utama gula yang diberi pewarna makanan ini dibuat dengan bantuan mesin. Di bagian tengah mesin terdapat sebuah wadah kecil, perlahan sedikit demi sedikit gula berwarna tadi dimasukkan dalam wadah kecil tersebut.  Pemanas yang berada di tepian wadah akan mencairkan gula tersebut yang kemudian diputar oleh lubang-lubang kecil disekelilingnya. Cairan yang diputar tadi akan berubah wujud yang menjadi benang-benang tipis, berpencar kesegala arah lalu menempel dipinggiran panci mesin tadi. Serat-serat tersebut selanjutnya dipadatkan oleh udara. Serat-serat gula tersebut selanjutnya dikumpulkan pada sebuah wadah logam besar. Dengan bantuan sepotong kayu kecil atau sebuah karton berbentuk krucut, operator mesin menangkap serat-serat tersebut dengan memutarkannya hingga terbentuklah pintalan yang cantik dan menarik selera pembeli.

Tahun 1904, arumanis pertama kali diperkenalkan oleh William Morrison dan John C. Wharton, di St. Louis World's Fair dengan nama "Fairy Floss”. Saat itu mereka sukse menjual 68.655 kotak dengan harga yang cukup mahal saat itu, yaitu AS$ 0,25, atau setengah dari harga tiket masuk ke ajang pameran tersebut.

Potensi pasar arumanis sangatlah luas dan dapat dinikmati siapapun mulai dari kanak-kanak hingga dewasa. Potensi inilah yang sukses dibidik dan dioptimalisasi oleh Arumanis Rainbow melalui variasi rasa dan kemasan yang sangat memanjakan konsumen. Arumanis Rainbow unit usaha yang fokus pada produksi dan penjualan permen kapas. Produk Arumanis Rainbow juga memiliki variasi rasa yang sangat banyak seperti rasa susu, rasa anggur, rasa original, rasa bubble gum, rasa durian dan rasa daun. Kemasan juga sangat unik, jika selama ini arumanis identik dengan bungkusan plastik bening, maka Arumanis Rainbow hadir dengan kemasan berbentuk tabung. Masing-masing kemasan dibanderol dengan varian harga Rp. 8.000 untuk ukuran kecil, Rp. 10.000 untuk ukan besar dan ukuran besar seharga Rp. 12.000.

Untuk mengembangkan bisnisnya, Arumanis Rainbow menawarkan sistem waralaba kepada para mitra bisnisnya. Menurut Marissa (34), marketing manager Arumanis Rainbow saat ditemui Suryadin Laoddang dari Majalah Inspirasi Usaha. Produk Arumanis Rainbow yang telah lolos uji laboratorium kesehatan ini telah memiliki mitra waralaba sudah menyebar di penjuru  Indonesia, diantara di Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, Lampung, Serang, Cilegon, Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Semarang, Purwokerto, Solo, Jogja, Malang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Bontang, Balikpapan, Makassar dan Denpasar.

Sistem waralaba yang dikembangkan oleh Arumanis memiliki keunggulan diantaranya :
A.    One to Many, satu franchise bisa buka banyak Outlet. Tanpa harus membeli paket franchise lagi!
B.    Produk bisa didistribusikan ke toko, sekolahan, pesta ultah, dll,
C.    Asistensi penyediaan Outlet bagi para Franchisee. Dibantu agar bisa memiliki outlet di Mall-mall dikota masing-masing.
D.    Menerapkan konsep Blue Ocean Business alias tidak ada saingan sejenis.
E.    Rencana Life Cycle Manajement yang dimiliki Arumanis Rainbow dapat menjaga peningkatan revenue dari tahun-ke tahun, hingga lebih dari 10 tahun kedepan,
F.    ROI Cepat,
G.    Tersedia berbagai pilihan rasa, original, bubble gum, durian, awan, grape dll.
H.    Tidak mengenal rugi karena bahan tidak kenal basi atau kadaluarsa.
I.    Terbukti sukses di banyak tempat.

Berdasarkan pengalaman, gerai waralaba Arumanis Rainbow dapat dengan mudah berkembang jika dibuka ditempat-tempat seperti Tempat Wisata, Mall, Supermarket/Minimarket, Foodcourt, Sekolahan, Toko Roti, Warung, Restaurant, Bandara, Stasiun/Terminal, Alun-alun, Pesta Ulang Tahun dan berbagai event dan tempat keramaian lainnya, seperti pasar malam.

Simulasi Bisnis Arumanis Rainbow :
ASUMSI :
•    Memiliki 1 outlet aktif dan 4 outlet satellite (outlet satellite tidak perlu sewa tempat, karena berupa sistem titip jual)
•    Harga jual kemasan gulung Rp 10.000,-/kemasan, (harga jual berkisar Rp. 2.500 s/d Rp. 14.000,-
tergantung variant)
•    Biaya per-kemasan +/- Rp. 1.500,-/kemasan gulung, (terdiri dari biaya kemasan, stick, tali ikat, gula dan bumbu-bumbu)
•    Margin (keuntungan kotor) per-kemasan: Rp. 10.000 – Rp. 1.500 = Rp. 8.500,-/kemasan gulung.
PENJUALAN :
•    Penjualan di Outlet Aktif (1 Buah Outlet)                  60 kemasan/hari.  
•    Penjualan di Outlet Satellite (4 Buah Outlet):          30 kemasan/hari/outlet (untuk 4 outlet
                                                                                                berarti 120 kemasan/hari)

•    Total Penjualan
Perhari 180 kemasan/hari = Rp. 1.800.000/hari = Rp. 54.000.000/bulan

•    Margin (keuntungan kotor):
Total margin per-bulan: 180 kemasan/hari X 30 hari X Rp. 8.500,- = Rp. 45.900.000,-

BIAYA-BIAYA :
Biaya 2 orang Tenaga Kerja @ Rp. 800.000,- total tenaga kerja           Rp. 1.600.000,-
Biaya Sewa Tempat Outlet Aktif                                                           Rp. 2.000.000,-
Biaya lain-lain (bensin, pulsa, parkir, dll)                                                Rp. 1.012.000,-
Total Biaya                                                                                           Rp. 4.612.000,-

KEUNTUNGAN BERSIH:
Total Margin – Total Biaya = Rp. 45.900.000 – Rp. 4.612.000,- = Rp 40.888.000,-/bulan

PILIHAN PAKE FRANCHISE

a.    Paket Micro Home Industry ( Rp. 7 Juta-an)
Langsung dapat 3 outulet. Cocok untuk usaha di rumah. Produk dibuat di rumah lalu di distribusikan ke Sekolah, Warung, Kantin, Swalayan dll.
b.    Paket Mini Silver (12 Juta-an)
Langsung dapat 3 outulet. Booth dan mesin bisa dibongkar dan dibawah (model bongkar pasang) dengan sepeda motor. Pas untuk dihadirkan pada acara ulang tahun, ikut bazar, pasar malam, dll.
c.    Paket Ferrari (18 Juta-an)
Langsung mendapatkan 3 outlet. Booth didesign dari bahan fiber yang eksklusif dengan paduan fungsi booth yang fleksibel, booth bisa difungsikan sebagai booth permanen dengan display di mall, swalayan, dll. Bisa pula dikembangkan menjadi mobile booth yang memungkinkan untuk didorong keliling perumahan atau di lokasi acara/pusat keramaian seperti pasar malam, pameran, tempat rekreasi, dll.
d.    Paket Combo (23 Juta-an)
Langsung mendapatkan 5 outlet. Booth didesain cantik dan full asesoris.
e.    Paket Combo (23 Juta-an)
Langsung mendapatkan 4 outlet. Bebas sewa tempat di Pusat Perbelanjaan besar di kota masing-masing franchisee

Salah satu keunggulan arumanis rainbow adalah inovasi dalam membuat kemasan yang kedap udara, sehingga arum manis tidak menjadi kempes (mengeras). Berbeda dengan arumanis lainnya yang cepat mengempes jika terkena udara. Kemasan kedap udara ini membuat arumanis mampu bertahan hingga 14-28 hari (pada suhu 4-26oC). Hemm, bisnis yang tidak kenal rugi.

Ini Dia Kisah Yaninta "NININ" Sukses Bisnis Kue Basah dari Nol


Banyuwangi -Yaninta atau yang akrab dipanggil "ninin" salah satu dari sekian banyak orang yang sempat kebingungan untuk memulai usaha. Ia pernah berjualan keripik pisang, namun pasarnya sudah diambil orang lain di kotannya Banyuwangi.

Berhen ti bekerja di perusahaan karena ingin lebih banyak waktu untuk keluarga yang membuat Ninin terjun ke dunia bisnis, untuk menambah pendapatan keluarga.

"Lalu mikir harus bisnis apa lagi, masa sama. Mulai dari bisnis jasa, jahit  dan sejuta ide lainnya telah dicoba,  Insting bisnisnya timbul ketika Ninin yang hobi banget dengan kuliner ini dimintai bantuan seorang teman untuk untuk membuat kue basah untuk kue kotak suatu acara. 

 kue kotak dapur ninin
Berbagai ungkapan puas dan bahagia dari orang yang menikmati kue basah buatan Dapur Ninin ternyata menjadi awal dari sebuah manisnya kesuksesan usaha kue basah dan nasi kotak yang sekarang dijalaninya.

Usahanya tak langsung berjalan mulus, Ninin harus terus menerus mencoba bereksperimen membuat kue basah yang berkualitas dan enak . Maklum saja, ia baru pertama kali mencoba bisnis ini. Produk kue diberikan cuma-cuma untuk para tetangganya sebagai tes pasar.

Setelah mendapat sambutan yang baik dari para tester, barulah memulai bisnis dengan langkah kecilnya.., melalui media sosial media . Ketika order mulai berdatangan Ninin mulai kewalahan, hingga saat ini Ninin mulai membatasi untuk hanya memproduksi 1000 kue basah dengan berbagai jenis.
Harga Kue Basah produk  DApur Ninin sangat murah , mulai 1000 rupiah walaupun begitu rasa dan kualitas sangat jauh berbeda dengan yang ada di pasaran.


Sedangkan Nasi Kotak dibandrol mulai 9000 perkotak dengan minimal order 10 kotak



"Was-was pertama nggak ada label. Saya berkeliling menjajakan 100 kue masing-masing 20 per titipan. langsung habis," kata Ninin polos...
kue basah dapur ninin
Dari situ mulai terpikir untuk mulai memasarkannya lewat warung-warung kecil di wilayah Banyuwangi. Ninin menitipkan dagangannya di warung yang hanya berjumlah 6 gerai. Produknya ternyata cukup disambut positif masyarakat Banyuwangi.