Minggu, 30 November 2014

Banting Setir Jadi Pengusaha Roti

Banting Setir Jadi Pengusaha Roti Gegap gempitanya dunia usaha menjadi faktor pemicu keinginan Nadrah Pengusaha Roti Manis Pekanbaru, Riau yang mantan karyawan disebuah perusahaan Swasta yang berada di Pekanbaru Riau untuk “memilih berhenti bekerja” sebagai karyawan. Besarnya godaan untuk menjadi pengusaha membuat Nadrah memutuskan berhenti bekerja dan banting setir menjadi pengusaha roti manis.
roti-manis1“Rasanya capek bekerja dari pagi sampai malam sebagai karyawan. Rutinitasnya itu-itu saja. Ya akhirnya saya berhenti bekerja dan total mencoba menjalankan usaha bikin roti manis,” ucap Nadrah yang dihubungi via telepon.
Keinginan membuka usaha roti manis ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi terbentur oleh padatnya waktu selama bekerja di kantor milik orang lain, yang tentu saja menutup kesempatan untuk melakukan eksperimen mengolah aneka roti-roti manis kegemarannya.P8100155-1024x768
Untuk mewujudkan impiannya membuka usaha roti manis itu Nadrah sebelumnya mempersiapkan diri terlebih dahulu, ia sempat membuat perencanaan aktivitas apa yang akan dia lakukan selepas berhenti bekerja sebagai karyawan kantor yang sudah bergaji cukup besar. Selain itu, ia pun sempat berembuk dengan suami dan kedua anak-anaknya. Setelah semua keputusan bulat dan direstui keluarga—akhirnya Nadrah memutuskan resign dari tempatnya bekerja dan segera membeli peralatan dari Toko Mesin Maksindo berupa Gas Baking Oven MF ARF20H dan Mixer Planetary DMX H20.
rotimanisUsaha roti manis yang dikelolanya masih terbilang baru, tetapi ia tidak patah semangat untuk terus mengasah keterampilan dalam membuat aneka adonan berbahan dasar tepung terigu menjadi sajian roti-roti manis. Bahkan ia pun tidak sungkan-sungkan untuk banyak mencari artikel resep roti manis dari internet ataupun buku masakan. Usaha roti yang dijalaninya sementara ini menurut pengakuannya masih dia jalankan berdasarkan “by order”. “Kalau ada pesanan dari rekanan teman kantor suami atau dari tempat sekolah anak-anak, baru saya membuat roti-roti manis pesanan mereka. Saya belum memiliki toko roti, rencananya sih kepingin punya toko roti sendiri,” ucap Nadrah yang menjual roti manisnya dengan aneka selai seperti: cokelat, kacang, keju, nanas dan lain-lain. Harga roti manisnya dia jual @Rp 3 ribu, dan roti tawar Rp 10 ribu.(Eni Setiati)

Rabu, 19 November 2014

Manisnya Usaha Café Es Krim

Manisnya tekstur  es krim memang membuat minuman ini banyak disukai orang. Usaha es krim sangat menggiurkan untuk dicoba.
Tidak jauh dari tempat saya tinggal, tepatnya di belakang kawasan perkomplekan sebuah sekolah swasta berdiri sebuah café es krim yang tidak pernah sepi pengunjung. Rupanya ide mendirikan sebuah café es krim di dekat sekolah memang bisa menjadi peluang usaha kuliner yang mantap untuk Anda jajal.
ice-cream1-265x300
Cukup dengan Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu perporsi dengan aneka pilihan rasa, topping dan tentu saja ukuran. Café ini selalu menjadi pilihan favorit anak muda untuk menghabiskan sore atau waktu pulang sekolah mereka. Bukan saja anak muda, bahkan café ini juga cukup sering dikunjungi anak kecil karena memang es krim memiliki pasar yang luas diminati tua muda bahkan anak kecil.
Adalah ibu Irmayani yang membaca peluang usaha kuliner satu ini dengan tepat. Setiap hari ada ratusan anak mulai dari usia TK, SD, SMP dan SMA yang berlalu lalang di depan rumahnya karena rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari kompleks sekolah swasta. Ibu Irmayani berpikir kenapa potensi ini tidak digarap saja sekalian dengan membuka usaha dengan produk yang disukai segala usia. Dengan segala pertimbangan, beliau memilih usaha café es krism ini.
Sebenarnya ibu Irmayani juga bukan ahli kuliner, tetapi dengan modal nekad beliau mengikuti kursus pembuatan es krim dari salah satu produsen mesin pembuatan es krim. Niatnya udha bulat dengan ide menjalankan peluang usaha kuliner satu ini.
Setelah memgantongi ilmu cara membuat es krim, beliau mulai menyiapkan semua keperluan dalam produksi dan pembuatan café di depan rumahnya. Kebetulan beliau memiliki halaman depan rumah yang masih cukup luas jadi bisa disulap menjadi café. Karena tema hidangannya es krim, maka café dibuat tertutup dengan gaya yang modern dan terkesan romantis. Untuk membangun café kecil dan semua peralatannya, beliau memakan modal setidaknya 35 juta.
Beruntung beliau sempat berburu furniture café bekas di toko barang bekas, jadi bisa menekan modal awal cukup signifikan. Bahkan untuk pengecatan ibu Irmayani mengerjakannya sendiri bersama suami untuk menghemat biaya. Dan pada Juli 2013, usaha café es krim kecil-kecilannya miliknya dibuka.
Dari soft opening yang dia jalankan dengan promosi diskon 20 % ibu Irmayani membuktikan ide peluang usaha kuliner miliknya ini rupanya cukup sukses menarik pasar. Lebih tepatnya berhasil memilih lokasi karena beliau kebanjiran pengunjung dari siswa-siswa sekolah swasta tetangganya tadi. Hingga kini siswa-siswa dari sekolah swasta tersebut masih menjadi pelanggan setia café miliknya,
Setiap jam bubar sekolah cafenya selalu kebanjiran pengunjung, baik itu anak TK sampai anak SMA. Apalagi beliau juga bekerja sama dengan pembuat camilan dan makanan kecil di sekitar rumahnya, jadi beliau juga menjual beragam makanan ringan macam risoles keju, kroket, roti bakar, sup krim, dan sebagainya.
Kini setelah hampri 1 tahun berjalan, café ini sudah mulai mereguk kesuksesan. Dari modal awal mencapai 35 juta, Ibu Irmayani sudah bisa mengumpulkan omset 700 ribu sampai 1 juta perhari. Keuntungan bersih yang diraup beliau bisa mencapai 6 -8 jutaan tiap bulannya. Café es krim miliknya juga kini sudah memiliki 6 orang karyawan.
Artikel lainya: Peluang usaha kecil menengah, bubur ayam
Rencana beliau dalam tahun depan, beliau ingin membuka cabang café lain di kawasan padat seperti pertokoan atau kawasan kampus, kawasan macam ini menurut analisa beliau juga bisa menjadi pasar yang cukup layak dijajal. Apalagi kini café es krim yang saat ini berdiri di depan rumahnya sudah mulai bisa berjalan sendiri tanpa harus sepenuhnya beliau awasi.
Untuk lebih jelas berikut ini adalah gambaran permodalan dan keuntungan dari menjalankan peluang usaha kuliner café es krim :
Modal awal
Bangunan café                              17.000.000
Kursi dan meja café                        8.000.000
Peralatan makan dan minum             3.000.000
Peralatan produksi                          7.000.000
TOTAL                                                   35.000.000
Modal Kerja
Bahan baku                                        12.000.000
Makanan kecil                                     3.000.000
Tenaga kerja                                      4.000.000
Listrik                                                150.000
DLL                                                   200.000
TOTAL                                                   19.350.000
Pendapatan / bulan rata-rata         25.500.000
Keuntungan rata-rata                       6.150.000                            

Itulah gambaran keuntungan dan permodalan dari usaha café es krim rumahan. Memang tidak dapat dipungkiri, peluang usaha kuliner selalu bisa menjadi rekomendasi terbaik dalam menjalan kan usaha. Anda setuju?
Tertarik untuk mencoba usaha cafe es krim ! Ayo segera dicoba. Siapa tahu usaha anda akan berhasil. Selamat mencoba
Sumber : siapbisnis.net

Rabu, 05 November 2014

Berawal dari Iseng, Wanita Ini Sukses Jadi Pengusaha Sepatu Kulit

Berbisnis tak melulu harus terencana dengan sistematis. Namun ada beberapa pengusaha sukses menggeluti bisnisnya berawal dari keisengan, misalnya bisnis U-See Shoes and Bag, milik Yusi.

Barang-barang yang terbuat dari kulit, biasanya memang lebih awet dari bahan lainnya. Terbukti, tas atau sepatu berbahan dasar kulit harganya jauh lebih mahal. Ada harga, ada barang, begitu katanya.

"Sepatu-sepatu dan tas-tas saya terbuat dari kulit sapi, kulit ular, batik, kulit domba, kulit kambing, pokoknya kulit ternak," kata si pemilik toko, Yusi (38) kepada detikFinance pekan lalu.

Menurut Yusi, barang-barang buatannya itu memiliki kualitas yang terjamin keawetannya dibanding barang sejenis namun imitasi. Sehingga tak heran, jika harga yang dibanderol tergolong mahal. "Sepatu kulit jauh lebih awet dan nyaman. Beda kalau imitasi," katanya.

Untuk satu pasang sepatu kulit, Yusi membanderol Rp 350.000 - Rp 2,5 juta. Sementara tas kulit, dia mematok harga mulai dari Rp 600.000 - Rp 3 juta.

Yusi memang hobi menggambar, kini Yusi bersama 11 orang pegawainya bisa menjual sekitar 400 produk sebulan dengan omset Rp 120 juta per bulannya.

"Awal-awal iseng beli selembar kulit sapi, terus coba-coba gambar. Mungkin karena latar belakang keluarga saya perajin sepatu di Solo. Jadi ya ketularan. Dari hasil hambar itu saya minta embahku cariin tukang buat ngejahit. Pertama kali hanya terjual 40 pasang sepatu sebulan. Lama-lama rame," paparnya.

Untuk modalnya, Yusi menghabiskan uang sekitar Rp 30 - Rp 40 juta untuk sekali belanja. "Itu bisa untuk 3 bulan lho (dalam 3 bulan ga belanja lagi). Selembar kulit harganya Rp 1 juta dengan hitungan Rp 35 ribu - Rp 85 ribu per feet (1 feet= 28 cm). Kulit ular itu disamak. Disamak pakai campuran bahan kimia. Desain 80 persen sendiri, 20 persen modifikasi. Produk jenis kulit print sama kulit ular piton yang paling mahal," terangnya.

Usaha yang telah digelutinya hampir 2 tahun itu, bisa didapatkan di pameran-pameran fashion atau UKM. Rencananya, tahun depan Yusi mencoba peruntungan untuk ekspor barang-barang buatannya ke luar negeri, seperti Hongkong dan Australia. Rencananya 14 - 17 Januari 2013, tokonya akan mejeng di pameran Hongkong World Designer Boutique.

"Rencana Januari tahun depan target ekspor. Sekarang sih sudah dijual di Australia, nitip sama temenku yang ada disana, kalau ada order saya kirim. 14-17 Januari ada pameran di Hongkong World Designer Boutique," kata Yusi.

Sebuah Inspirasi Bisnis dari Sebuah Komputer Tua

 Informasi seputar ide peluang usaha bisa kita dapat dari mana saja, ide bisnis yang briliant kadang datang tidak terduga dan bisa kapan saja. Nah kali ini penulis mencoba sedikit mengulas manfaat laptop atau komputer kita dirumah sebagai sarana penggali ide-ide bisnis usaha yang bisa kita manfaatkan nantinya. Saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan singkat dalam menemukan ide-ide yang saya temukan.
Berawal kurang lebih hampir 8 tahun yang lalu saya mulai menggemari berselancar online di warnet-warnet untuk mencari berbagai ide dan peluang bisnis yang siapa tahu bisa didapatkan, walaupun sebenarnya sejak awal tahun 2000an saya sudah hobi untuk berselancar di dunia maya karena memang itu awal-awalnya booming warnet di wilayah Jogja. Sejak itu juga semua usaha bisnis mulai marak dipromosikan di internet walau tidak semarak sekarang namun memang sudah terlihat trend positifnya dan akhirnya saat ini internet menjadi salah satu kebutuhan bagi para pengusaha untuk membantu pemasaran produk mereka.
Berawal dari situlah awalnya saya membaca sebuah bisnis online yang dimana mereka menawarkan untuk membuatkan website yang bisa menghasilkan dollar, wah dalam pikiran saya sudah terbesit, bagaimana bisa ya? berhari-hari saya selalu rutin datang ke warnet untuk mencari tahu apa sih bisnis yang bisa menghasilkan dollar dari internet? lama-lama terkuak sudah model bisnisnya. Tapi pikir punya pikir, kenapa saya tidak membuka jasa serupa, padahal saya sudah tahu model bisnisnya, bagaimana jika saya menawarkan jasa tersebut ke orang lain? tentu saja saya harus belajar dulu sebelum menjual jasa tersebut.
Tidak mengenal waktu, siang atau malam kegiatan banyak berkutat di komputer tua (sebuah komputer yang menemani sejak kuliah) sampai lulus masih terus dirawat walaupun kadang restart sendiri hehe (RAM nya rusak bro :D ). Nah disitu saya mulai belajar bagaimana membuat sebuah website, dengan modal browsing online dan juga membeli buku di toko buku yang kala itu masih terbatas beberapa saja tidak seperti sekarang ini yang sangat banyak dan bervariasi saya mulai belajar sedikit demi sedikit. Setelah agak bisa, saya coba mulai menawarkan pembuatan webiste dengan harga waktu itu sekitar Rp.175.000 dan mulai naik ke kisaran Rp.350.000an dan mulai beranjak ke level Rp.600.000an dan akhirnya rekor waktu itu dengan harga 2.8juta tapi masih dalam tahap pemula, dan Alhamdulillah ternyata klien semua suka dan tidak komplain sama sekali.
Waktu terus berjalan, belajar membuat website terus ditingkatkan walaupun tidak canggih namun tetep bisa dipakai konsumen, pada akhrinya banyak klien Furniture dari Sukoharjo dan juga Jepara yang minta dibuatkan sebuah website untuk perusahaan mereka. Nah salah satu klien furniture di Jepara waktu itu meminta sesuatu yang saya belum bisa sama sekali yaitu SEO (Search Engine Optimization) yaitu pengoptimalan mesin pencari Google. Ketika orang mengetikan keyword "Teak Outdoor Manufacturer" di Google.com maka klien itu meminta website mereka ada dihalaman pertama Google. Walau ragu akhirnya saya putuskan untuk mengambil kesempatan tersebut, karena kadang kesempatan itu tidak datang dua kali. Disamping itu saya rasa selain membuat website, ilmu pemasaran onlinepun perlu saya pelajari juga. Dan Alhamdulillah akhirnya berhasil membawa klien ada di halaman pertama Google.com dengan keyword tersebut. Anda juga bisa melihat mungkin skrg masih ada dihalaman pertama yaitu Javateak Furnindo. Melalui perusahaan export furniture ini saya mulai mengenal SEO dan semakin ingin mendalaminya.
Sangat menarik perjalanan di dunia pembuatan webiste dan SEO. Setelah dipikir-pikir saya mulai mencoba menggali ide, bagaimana kalo saya membuat sebuah website dan di website tersebut hanya khusus untuk para perusahaan furniture beriklan. Karena memang banyak klien furniture saya. Akhirnya waktu itu dibuat dan sempat mendapatkan beberapa klien akhirnya tidak bertahan lama dan akhirnya ditutup.
Setelah itu mulai mencari peluang usaha lagi, kira-kira apa yang bisa saya menfaatkan dari sebuah komputer PC saya ini selain pembuatan website dan juga SEO. Saya mulai mencari direktori perdagangan online, salah satunya Indonetwork (silahkan lihat disitu ada para pedagang dan pembeli yang sedang berbisnis satu sama lain), disitu saya bisa menangkap ide usaha yang mungkin bisa saya jalankan. Nah pas juga waktu itu ada teman dari Banyuwangi, dia memiliki rekanan perajin batik Banyuwangi namun tidak bisa memasarkan lewat online, akhirnya saya putuskan untuk bekerjasama, dia yang menangani order barang sedangkan saya yang memasarkan secara online. Dan akhirnya berhasil dan sempat ada beberapa pembeli juga tapi sayang karena komunikasi yang kurang lancar jadi terbengkalai dan bubar jalan hehehe..
Disampaing mencoba berbisnis lokal tersebut, saya masih menangani bisnis utama saya yaitu SEO, malah dari SEO ini saya mendapatkan banyak klien dari luar seperti NY, Netherland, Ireland, Hungaria, Brazil, Philadelphia dan beberapa klien lokal tentunya. Dengan sedikit ilmu SEO yang saya dalami saya mencoba membuat webiste sendiri dan ada yang dengan teman yaitu Jogjacar.com website/blog rental mobil di Jogja dan juga ebaliproperty.com sebuah website jual beli property seperti rumah dan villa di Bali. Alhamdulillah walau sedikit tapi menghasilkan.
Yang ingin saya ceritakan melalui sedikit ringkasan perjalanan bisnis online saya diatas adalah, kadang kita memiliki laptop atau komputer PC dirumah namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Mulai sekarang mungkin kita bisa memanfaatkan keberadaan benda tersebut untuk membantu bisnis usaha kita atau bahkan menemukan ide-ide peluang usaha yang mungkin ada disekitar kita. Tidak ada salahnya kita mencoba, karena sayapun sejak dulu hingga sekarang terus belajar untuk memanfaatkan ide-ide usaha yang sangat banyak di sekitar saya.
Semoga melalui tulisan ringan ini bisa memberikan sedikit gambaran bahwa ide bisnis itu ada dimana-mana dan kita bisa memulainya dari hal kecil dan ringan serta dari sebuah komputer tua atau laptop terbaru yang Anda punya.